oleh

Pesan Ketum ORARI Donny Priambodo dalam Pembesaran dan Penguatan Organisasi

banner 468x60

Jakarta, www.monitorkeadilan.com — Setahun sejak terpilih secara demokratis dalam Munas (Musyawarah Nasional) XI Radio Amatir Republik Indonesia (Orari) sebagai ketua umum, Donny Imam Priambodo menyerukan persatuan keluarga besar Orari dan penguatan organisasi.

Konsolidasi terhadap seluruh pengurus secara nasional telah dilaksanakan untuk meningkatkan persatuan dan harmoni antara pengurus dan anggota. Donny berharap agar seluruh anggota dan pengurus Orari, dari pusat hingga level daerah, dapat mengedepankan kepentingan organisasi dan secara bijaksana mengesampingkan persoalan egosentris, demi membesarkan Orari secara kolektif.

banner 336x280

Peningkatan peran Orari di masyarakat juga diupayakan melalui penguatan organisasi dengan menegakkan aturan organisasi secara tegas, termasuk upaya penyelesaian berbagai persoalan organisasi di masa lalu.

Salah satu masalah yang sedang diupayakan Donny adalah memberikan bantuan langsung dalam persoalan kantor Orari di Kota Sorong, Papua Barat Daya, yang secara kontroversial “direbut” oleh pihak lain melalui campur tangan Bupati Kabupaten Sorong yang baru saja habis masa jabatan. Padahal lahan dan bangunan tersebut telah digunakan selama 37 tahun oleh Orari. Donny sedang mempertimbangkan tindakan hukum dalam kasus ini.

Kekosongan kepengurusan di daerah yang baru saja mengalami pemekaran wilayah juga menjadi perhatian serius, seperti rencana pembentukan pengurus daerah Orari di provinsi Papua Barat Daya dengan ibu kotanya adalah Kota Sorong, yang baru saja lepas dari Provinsi Papua Barat dan disahkan oleh Presiden Jokowi melalui ketetapan UU RI No. 29/2022 tentang Pembentukan Provinsi Papua Barat Daya.

Pada Rabu (11/1/2022), Donny Imam Priambodo secara khusus menerima kunjungan Pemimpin Umum dan Pimred media Monitor Keadilan di kantor Pusat Orari, Jakarta. Kebetulan Pemimpin Umum Monitor Keadilan Mohamad Ferdinan juga anggota Orari.

Tampil dengan kemeja putih yang sederhana, Donny menyampaikan berbagai pandangannya tentang Orari dan visinya. Dengan bahasa yang lugas, dia menjelaskan recana menempatan repeater di laut agar dapat digunakan untuk berkomunikasi oleh nelayan-nelayan yang bergabung di Orari, bisa juga digunakan oleh kapal-kapal yang lewat. Tentu saja akan sangat berguna saat dalam penanganan bencana.

Pada kesempatan tersebut, Donny sempat menyinggung keputusannya sebagai Ketua Umum soal kontroversi penggunaan handphone (HP) yang menggunakan server (TS/gateway) dalam frekuensi radio amatir, berkomunikasi dari HP ke HT/Rig, apalagi HP ke HP. Dia secara tegas melarang karena HP menggunakan frekuensi 900-1200 MHz dan itu melanggar regulasi, karena jelas izinnya menggunakan frekuensi amatir band. Jadi pemegang IAR (izin amatir radio) hanya diizinkan “mengudara” menggunakan HT ke HT atau HT ke Rig.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed