oleh

P2L Hidroponik untuk Kemandirian Pangan dan Mengendalikan Inflasi di Kota Sorong

banner 468x60

Sorong, www.monitokeadilan.com — Persoalan paling penting, dan prioritas pemerintahan manapun adalah memastikan ketersediaan pangan bagi masyarakatnya. Kebutuhan pangan adalah kebutuhan pokok paling mendasar, yang tidak dapat ditunda, tidak dapat dinegosiasikan, harus ada. Pembangunan selalu membutuhkan stabilitas, dan stabilitas sebuah daerah ditentukan oleh ketersediaan pangan bagi seluruh rakyatnya. Karena kriminalitas dan gejolak sosial hampir selalu bermula dari perut-perut yang lapar.

Program PEKARANGAN PANGAN LESTARI (P2L) HIDROPONIK merupakan program yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan pangan masyarakat. Program yang dapat mendorong kemandirian pangan, sehingga masyarakat bisa menjamin kelangsungan kebutuhan pokoknya secara mandiri. Program ini adalah yang pertama kalinya di Kota Sorong.

banner 336x280

Acara Penyerahan secara simbolis Pekarangan Pangan Lestari (P2L) Hidroponik bertempat di Jl. D.E Osok Kilo 12 Kelurahan Giwu Distrik Klaurung, Kota Sorong (12/12/2022).

Tampak hadir Pj. Walikota Sorong George Yarangga A.Pi, MM, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Sorong Stevanus Jitmau, SE. Hadir juga Kadis Koperasi dan UKM Yance Jitmau, SE, Kepala Distrik Klaurung Yulianus Kambuaya, SE, Lurah Giwu Robyanus Isir, SE, Staf Ahli Bidang Kemasyarakatan dan SDM Gamar Malabar S.Sos. MM, serta para Pimpinan OPD dan perwakilan Kelompok Tani P2L Hidroponik Kota Sorong.

Kata Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Sorong Stevanus Jitmau, SE, “P2L Hidroponik ini bernilai Rp 1.050.000.000, dibiayai dari anggaran insentif daerah Pemerintah Kota Sorong tahun anggaran 2022,” lanjutnya, “Bantuan ini dibagikan untuk 50 kelompok yang tersebar di 41 Kelurahan di Kota Sorong, yang masing-masing kelompok mendapat bantuan bibit kangkung dan bibit pakcoy senilai Rp 20 juta.”

Sebagai catatan, 80% bantuan diperuntukkan bagi Orang Asli Papua (OAP), sedang sisanya 20% untuk pendatang. Dan salah satu penerima bantuan adalah kelompok Tani P2L Bintang Timur Papua di Kelurahan Giwu Distrik Klaurung.

Dengan hidroponik, konsep bertanam menjadi sangat sederhana, mudah dan murah meriah, berbeda dengan pertanian konvensional.

Penerima bantuan P2L Hidroponik dapat mulai bertanam dengan memanfaatkan setiap jengkal lahan di pekarangan rumahnya. Lahan-lahan sempit di sekitar rumah yang sebelumnya tidak produktif, bisa diubah menjadi sumber pengan keluarga, bahkan bisa menjadi sumber penghasilan tambahan keluarga.

Program ini akan mengubah fungsi rumah, tidak hanya menjadi tempat tinggal, tapi juga menjadi sumber kehidupan yang produktif dan mandiri, berbekal keterampilan yang sederhana dalam bercocok tanam.

P2L Hidroponik juga program yang sangat tepat untuk mendukung visi menjadikan Sorong sebagai kota modern yang peduli dengan isu lingkungan yang sehat. Program ini adalah bukti Kota Sorong melakukan “penghijauan lingkungan” dengan mendorong peran serta masyarakatnya.

Pesan Pj. Walikota Sorong, “Halaman-halaman rumah agar dimanfaatkan untuk menanam cabai, tomat, sayur dan lain-lain, kita masih konsumtif, terbukti masih mendatangkan dari luar daerah untuk komoditas sayuran, beras dan lain-lain.” Lanjutnya, “Dengan memanfaatkan lahan-lahan pekarangan rumah, kita dapat menekan inflasi. Karena pentingnya mengendalikan inflasi agar harga-harga tidak naik, maka peran lurah dan distrik harus ditingkatkan untuk bekerjasama dengan Ibu-ibu PKK dalam program menanam.”

Pj Walikota George Yarangga yang sempat mengunjungi langsung Gapoktan Bintang Timur Papua yang diketuai oleh Otis Hosyo itu, juga menerangkan, “Inflasi kita bulan ini naik di sekitar 4, kalau inflasi kita masih terjaga, kita akan dapat bonus dari Menteri Keuangan. Ini bukan datang begitu saja, tapi atas perjuangan kita bersama maka akan dpt bantuan lagi. Apalagi kita sudah jadi provinsi, marilah kita harus ada inovasi-inovasi. Mungkin hanya berapa rumah menanam, tapi marilah kita manfaatkan lahan-lahan tidur untuk dapat hasil yang banyak, itu sebabnya kita butuh perrubahan di Kota Sorong. Bila ada kekurangan, bisa disampaikan sehingga kita dapat membuat perbaikan-perbaikan. Kita bisa mencontoh Kota Makasar, di sana halaman-halaman rumah banyak dimanfaatkan untuk tanaman.”

Sebagai informasi, total bantuan senilai Rp 10 Milyar yang terbagi di beberapa Dinas, salah satunya P2L Hidroponik ini untuk Dinas Ketahanan Pangan.

(MK 01 FER)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed