oleh

Sakit Spiritual Jauh Lebih Berbahaya Dibanding Sakit Fisik, Kenapa Begitu ? Temukan Jawabannya

banner 468x60

Sorong, www.monitorkeadilan.com — Dr. Hamzah Khaeriyah, M.Ag. bukan saja seorang Rektor IAIN Kota Sorong yang terpandang, tapi juga seorang tokoh agama dan guru bagi banyak kaum muslim di Sorong, Papua Barat.

Monitor Keadilan berkesempatan melakukan reportase Kajian Rutin Hari Rabu di masjid Quba, Pasar Remu Sorong (25/5/2022) sehabis Sholat Dzuhur. Dr. Hamzah menjadi pengisi kajian acara tersebut.

banner 336x280

Tema yang diangkat cukup familiar, yaitu soal “Memaafkan dan Lapang Dada”. Namun Dr Hamzah mengkaji dengan perspektif yang lebih dalam dan disampaikan dengan bahasa yang sangat sederhana dan lugas. Hal itu membuat jamaah yang mengikuti kajian dapat memahami dengan mudah.

“Memaafkan itu memang sakit, tapi kalau dibiarkan akan menjadi penyakit (hati). Karena itu, Allah dalam Al-Qur’an memerintahkan kita untuk selalu memaafkan dan berlapang dada. Kita harus memaafkan orang yang jahat kepada kita dan lupakan kesalahannya, serta ingat kebaikannya. Bagaimana bila orang tersebut tetap berbuat jahat, maka itu adalah urusan Allah, urusan kita adalah memaafkan.” Lanjut Dr. Hamzah, “Mengenai lapang dada, itu adalah urusan di dalam diri kita. Kuncinya adalah “tahu diri” dan menerima kejadian di luar diri yang tidak sesuai dengan harapan kita. Misal, ada 10 makanan yang tersedia, namun ternyata yang datang 15 orang, maka kita harus bisa berlapang dada agar orang lain bisa makan, ini persoalan pribadi di dalam diri.”

“Mengenai kunci sehat ruhani dan spiritual, maka kuncinya adalah menata hati. Kalau fisik sakit ada obatnya, tapi hati yang sakit tidak ada obatnya (dalam bentuk materi). Saat perasaan merasa galau dan berbagai penyakit hati lain muncul, maka obatnya hanya dua, yaitu doa (istighfar) dan memperbanyak ibadah. Sesungguhnya jauh lebih berbahaya sakit spiritual, sakit yang berkaitan dengan jiwa, dibanding sakit fisik. Karena sakit fisik hanya akan menyiksa kita sementara, sedang sakit spiritual akan menyiksa kita selamanya (abadi)” tutup Dr. Hamzah Khaeriyah.

(MK/Agama)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed