oleh

Atasi Banjir Sintang Presiden Perintahkan Perbaiki Daerah Tangkapan Hujan

banner 468x60

Mengatasi banjir tidak hanya memperbaiki drainase dan membersihkan saluran-saluran air. Juga perlu ditangani daerah tangkapan hujan atau catchment area. Seperti kebanjiran yang melanda daerah Kabupaten Sintang di Kalimantan Barat. Presiden Joko Widodo perintahkan agar catchment area di wilayah hulu daerah itu segera ditangani.

Menurut Presiden, banjir yang melanda Kabupaten Sintang disebabkan oleh dua hal. Pertama kerusakan pada daerah tangkapan hujan. Kedua, frekuensi hujan yang lebih tinggi dari biasanya.

banner 336x280

Saat meresmikan Jalan Tol Serang-Panimbang seksi 1 ruas Serang-Rangkasbitung di Gerbang Tol Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, Provinsi Banten, Selasa (16/11/21), Presiden menegaskan agar catchment area di hulu wilayah Sintang segera diperbaiki agar kebanjiran serupa tidak terjadi di kemudian hari.

Ketidakmampuan daerah tangkapan hujan diiringi frekuensi hujan yang tinggi menyebabkan Sungai Kapuas meluber. Air luberan itulah yang menyebabkan banjir bandang di Sintang.

“Iya itu kan memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun dan itu harus kita hentikan karena memang masalah utamanya ada di situ sehingga Kapuas itu meluber karena daerah tangkapan hujannya rusak, itu yang lagi ingin kita perbaiki,” kata Presiden.

Untuk memperbaiki catchment area, Presiden mengatakan pemerintah akan membangun nursery atau persemaian yang diiringi penghijauan di wilayah itu.

“Di catchment area itu memang harus diperbaiki karena kerusakannya memang ada di situ. Kedua, memang ada hujan yang lebih ekstrem dari biasanya,” tambah Presiden.

Sejak awal terjadinya bencana banjir di Kabupaten Sintang, Presiden telah memerintahkan Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) dan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) untuk mempelajari penyebab dan mempersiapkan langkah-langkah yang diperlukan untuk mengatasi banjir di Sintang.

Dihubungi setelah peresmian Jalan Tol Serang-Panimbang seksi 1 ruas Serang-Rangkasbitung, Menteri PUPR Basuki Hadimuljono mengatakan pihaknya akan segera menindaklanjuti perintah Presiden.

“Tentang rehabilitasi lahan seperti yang disampaikan Presiden, ke depan kita perlu betul-betul melaksanakan Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW), serta melaksanakan penegakan hukum yang tegas untuk berbagai kemungkinan pelanggaran atas tata ruang, termasuk ruang-ruang terbuka untuk air,” ucap Basuki.

Sementara itu, Menteri LHK Siti Nurbaya Bakar menyebutkan sejumlah faktor penyebab banjir Sintang, antara lain curah hujan lebat sejak akhir Oktober sampai awal November 2021 yang secara kumulatif sebesar 294 milimeter menghasilkan debit banjir sebesar 15.877,12 meter kubik perdetik.

Jumlah tersebut melebihi kapasitas tampung sungai-sungai sebesar 12.279,80 meter kubik per detik, sehingga terjadi luapan dengan debit yang sangat besar, yaitu 3.597,32 meter kubik per detik.

“Untuk ke depan, kita perlu merencanakan pola permukiman yang lebih ramah lingkungan dan menggunakan kearifan lokal yang lebih aman dari banjir, seperti rumah panggung,” ucap Siti. ***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed