oleh

Thomas Cup, Kemenangan yang Kurang Sempurna Tanpa Merah Putih

banner 468x60

Meski Indonesia berhasil memenangkan Thomas Cup dan membawa pulang Piala Thomas tahun ini, namun Bendera Merah Putih tidak berkibar di Ceres Arena Aarhus, Denmark, tempat penyelenggaraan Thomas Cup.

Penantian dan kerinduan masyarakat Indonesia sejak 2002 untuk merebut juara Thomas Cup, tertebus dan dibayar tuntas dengan kemenangan tim bulutangkis Indonesia menghadapi China di final Thomas Cup 2020, Ceres Arena Aarhus, Minggu (17/10). Capaian ini dinilai kurang sempurna tanpa kibaran bendera Merah Putih sebagai simbol bangsa. Demikian dikatakan Ketua Komite III DPD RI Sylviana Murni di Jakarta.

banner 336x280

Diketahui, Indonesia dilarang mengibarkan bendera Merah Putih dalam turnamen internasional. Kecuali di ajang Olimpiade. Ini sebagai hukuman dari Badan Antidoping Dunia akibat Indonesia tidak mengirim sampel doping selama pandemi (2020 dan 2021) sebagai bagian Test Doping Plan.

Lebih lanjut Sylviana menyesalkan kondisi ini. Ia menyebut kasus tersebut menjadi pelajaran berharga bagi semua pihak, khususnya bagi kelembagaan negara yang bertanggungjawab atas kepatuhan regulasi di kejuaraan internasional. Kendati demikian Komite III DPD RI memberikan apresiasi, penghargaan dan rasa syukur atas capaian tim bulutangkis Indonesia.

“Komite III DPD RI mendorong agar ke depan, negara wajib hadir dan memastikan terpenuhinya ketentuan lembaga internasional yang telah ditetapkan,” tutur senator asal DKI Jakarta itu.

Dikatakan Sylviana, terpenting dan perlu digaris bawahi kedepan perlu adanya optimalisasi evaluasi dan investigasi agar hal serupa tidak terulang kembali. Terlebih, disaat yang sama, DPR RI bersama Pemerintah dan DPD RI tengah membahas Rancangan Undang-Undang (RUU) Perubahan Undang-Undang Sistem Keolahragaan Nasional. RUU tersebut diharapkan kelak saat disahkan menjadi Undang-Undang yang dapat menumbuhkan ekologi sistem keolahragaan, dengan menyeimbangkan kepentingan dan kewenangan pusat dan daerah.

“Atas nama Komite III DPD RI kami berharap permasalahan ini segera selesai dan yang terakhir kali. Kami sampaikan terimakasih kepada Menpora, KOI dan LADI yang telah menyampaikan permohonan maaf.” ujar Sylviana, yang juga senator Provinsi DKI Jakarta.

Menteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali, Komite Olimpiade Indonesia (KOI) dan Lembaga Anti-Doping Indonesia (LADI) sendiri telah meminta maaf pada konferensi virtual menyangkut gagalnya bendera merah putih berkibar. Keteledoran tersebut berakibat bagi ketidaknyamanan semua pihak. Menpora Zainudin Amali meminta pihak KOI menginvestigasi persoalan ini. ***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed