oleh

PON XX Papua Terapkan Prokes Ketat

banner 468x60

Penyelenggaraan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua akan mengutamakan aturan-aturan yang termaktub dalam kebijakan protokol kesehatan (prokes) yang ketat selama berlangsungnya kompetisi tersebut.

Sehingga, wabah global COVID-19 tidak dapat menyebar di sana ketika ajang olahraga ini sedang digelar dalam beberapa waktu ke depan.

banner 336x280

Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Nasional XX Papua Mayjen TNI (Purn), Suwarno mengatakan setiap kontingen olahraga yang menjadi bagian dari ajang di atas harus melakukan skrining atau tes COVID-19 semenjak berada di wilayah asal. Setelah dipastikan terbebas dari ancaman virus berbahaya baru dapat menuju ke tempat berlangsungnya PON.

Setibanya di lokasi penyelenggaraan PON XX Papua, kontingen olahraga melakukan skrinning kembali. Sambil melakukan karantina di fasilitas yang telah disediakan oleh panitia dalam ajang kompetisi nasional tersebut. Hal itu dilakukan demi, memastikan setiap anggota kontingen olahraga itu terbebas dari ancaman COVID-19.

“Sebelum berangkat ke tempat kompetisi PON XX Papua, sudah dilakukan pengecekan COVID-19,” ujar Ketua Panitia Pengawas dan Pengarah (Panwasrah) Pekan Olahraga Nasional XX Papua Mayjen TNI (Purn) Suwarno dalam Diskusi Media Forum Merdeka Barat 9 (FMB9) yang bertajuk “Siap Berlaga di PON XX Papua” pada Jumat (13/8/2021).

Selanjutnya, ketika para kontingen olahraga dari berbagai provinsi tiba di wisma yang telah disediakan oleh panita PON XX Papua, anggota kontingen wajib melakukan isolasi. Setiap anggota kontingen tidak boleh saling berinteraksi dengan sesama kontingen yang lainnya. Hal tersebut harus dilakukan selama penyelenggaraan PON XX selesai diadakan.

“Masuk ke wisma mereka tidak boleh terlalu banyak kontak sesamanya maupun dengan orang di luar,” tuturnya.

Dalam mencegah para kontingen peserta PON XX terinfeksi dari wabah global tersebut, pemerintah daerah (Pemda) terkait akan melakukan vaksinasi massal untuk masyarakat yang tinggal di sekitar tempat bertanding (venue) ajang olahraga di atas. Diupayakan, seluruh masyarakat yang tinggal berdekatan dengan venue dapat melakukan vaksinasi dalam waktu dekat ini.

Targetnya, sebanyak 70 persen dari penduduk yang tinggal berdekatan dengan venue PON XX dapat segera dilakukan vaksinasi akhir Agustus 2021. “Sampai saat ini vaksinasi yang dilakukan sudah mencapai sekitar 40 persen,” katanya.

Seluruh ide di atas, tambah Suwarno, diadaptasi oleh penyelenggaraan Olimpiade Tokyo 2020. Mengingat, ajang oleharag tingkat internasional tersebut sukses diselenggarakan di masa pandemi saat ini. Jadi, setiap penyelenggaraan di sana akan diimplementasikan pada perhelatan ajang olahraga nasional PON XX Papua dalam beberapa waktu ke depan.

“Olimpiade Tokyo itu benar-benar sangat ketat dalam menerapkan protokol kesehatannya,” imbuhnya.

Sementara itu, hal yang berkaitan dengan teknis penyelenggaraan PON XX dari persiapan venue, akomodasi, hingga peralatan optimis dapat segera diselesaikan pada akhir Agustus 2021. Mengingat, seluruh instansi pemerintah baik pusat dan daerah tengah berupaya seoptimal mungkin dalam memastikan penyelenggaran PON XX berjalan dengan sukses.

Adanya kolaborasi antar berbagai pemangku kepentingan di atas, disinyalir akan membuat penyelenggaraan PON XX Papua dapat berjalan dengan lancar. “Sudah mendekati waktu-waktunya penyelengaaran PON XX Papua, semua sudah hampir selesai saat ini. Akhir Agustus ditargetkan selesai,” pungkasnya.

Kegiatan FMB9 juga bisa diikuti secara langsung di www.fmb9.go.id, FMB9ID_ (Twitter), FMB9.ID (Instagram), FMB9.ID (Facebook), dan FMB9ID_IKP (Youtube).

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed