oleh

KABINDA PAPUA GUGUR, SENAYAN BEREAKSI

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan — Kabar kematian Kepala Badan Intelijen Negara Daerah (Kabinda) Papua Brigjen TNI I Gusti Putu Danny Nugraha Karya, sangat menyentak.

Dikabarkan, Brigjen I Gusti Putu Danny terlibat dalam tembak-menembak saat dihadang Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB), ketika iring-iringan Satgas BIN dan Satgas TNI-Polri dalam perjalanan menuju Kampung Dambet.

banner 336x280

Panglima Kodam XVII/Cendrawasih Mayjen Ignatius Yogo Triyono mengatakan, pelaku diduga anggota KKB pimpinan Lekagak Telenggen.

Kalangan legislatif di Senayan pun angkat bicara. Wakil Ketua Komisi I DPR RI Abdul Kharus Almasyhari mengatakan, menurut informasi yang diperolehnya, Kabinda Papua tertembak saat meninjau lokasi pembakaran SD dan sejumlah rumah penduduk yang dilakukan KKB di Beoga, Kabupaten Puncak Jaya, Papua.

“Saya sebagai Wakil Ketua Komisi I DPR RI menyatakan mendukung penuh langkah Panglima TNI mengatasi KKB di Papua yang tegas dan terukur demi penegakan hukum bersama dengan BIN dan Polri bahu membahu tuntas untuk NKRI,” ujarnya dalam keterangan pers yang dikutip dari Parlementaria, Senin (26/4).

“Prajurit TNI-POLRI banyak sudah gugur di Papua. Dunia internasional juga harus membuka mata dan melihat persoalan di Papua ini dengan lebih obyektif. Dengan kejadian ini kita harap peran diplomasi terkait masalah Papua juga penting untuk lebih ditingkatkan. NKRI dan seluruh tanah air dari ujung timur sampai barat adalah wilayah kedaulatan yang wajib dihormati semua negara. Jangan sampai ada intervensi internasional dalam masalah penegakan hukum di Indonesia,” terang politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.

Gugurnya Kabinda Papua juga mengusik Ketua DPR RI DR. (H.C.) Puan Maharani.

Menurut putri Proklamator Indonesia tersebut, untuk menyelesaikan konflik harus dilakukan identifikasi utuh dan mendalam agar diketahui pemicu dan motivasi KKB melakukan serangan dan mengancam keselamatan warga.

Koordinasi juga harus dilakukan TNI-Polri bersama pemerintah daerah, pemuka agama, tokoh adat/masyarakat, dan pihak terkait lainnya.

“Bangun komunikasi dengan masyarakat, menangkan hati masyarakat, karena saya yakin masalah KKB di Papua ini hanya bisa diselesaikan dengan dukungan besar dari masyarakat, dari saudara-saudara kita di sana,” ungkap Puan yang juga Warga kehormatan Badan Intelijen Negara (BIN) ini.

Lebih lanjut putri Megawati Soekarnoputi tersebut menegaskan, penegakan hukum tetap harus dilaksanakan pada siapapun yang terbukti bersalah, apalagi terbukti melakukan tindak kekerasan bersenjata yang menyebabkan hilangnya nyawa seseorang.

“Lindungi keselamatan warga dari aksi KKB, maka dari itu penegakan hukum jadi bagian penting untuk menyelesaikan masalah ini,” kata mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan tersebut.

Pendekatan hukum dan keamanan, menurut Puan, harus dibarengi pendekatan kesejahteraan. ***

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed