oleh

INDONESIA SEGERA MILIKI BANK EMAS, APA ITU?

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan — Indonesia termasuk salah satu raksasa emas di dunia. Negara ini memiliki potensi kekayaan mineral emas melimpah, mencapai 30,2 juta ounces.

Jumlah produksi emas Indonesia pun termasuk hebat. Sepanjang tahun 2020 saja produksi emas di tanah air mencapai 130 juta ton per tahun.

banner 336x280

Sayangnya produksi dan potensi kekayaan emas tersebut diikuti jumlah konsumsi yang tergolong cukup rendah. Lantaran itu Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menginisiasi pembentukan Bullion Bank atau bank emas.

Gagasan bank emas disampaikan dalam Rapat Kerja Kementerian Perdagangan pekan lalu (4/3).

Menanggapi hal tersebut, Anggota Komisi XI DPR RI Puteri Anetta Komarudin mendukung rencana pengembangan Bullion Bank agar dikaji secara menyeluruh.

“Pembentukan bank ini diharapkan bisa memperkuat ekosistem industri jasa keuangan Tanah Air. Apalagi, kita ketahui bersama, Indonesia menyimpan potensi kekayaan mineral emas yang melimpah yang mencapai 30,2 juta ounces. Sehingga, begitu potensi ini dapat digali dan dikembangkan lebih lanjut, harapannya bisa memberikan manfaat yang besar,” kata Puteri melalui keterangan tertulis, Selasa (9/3).

Bullion Bank merupakan bank yang melakukan transaksi pembelian dan penjualan logam mulia seperti emas, perak, maupun logam mulia lainnya.

Dalam paparannya, Menko Perekonomian menjelaskan bahwa pembentukan bank tersebut dapat bermanfaat dalam mendukung pengelolaan emas dalam negeri.

“Tahun lalu, ekspor emas mencatat kinerja positif yang mencapai 5.280 juta dolar AS. Tetapi, kita pun juga dihadapkan dengan tren impor emas yang juga meningkat. Sehingga, ketika bank emas ini nantinya dibentuk, kita pun juga harus mendorong industri hilir emas agar dapat mengoptimalkan pengolahan komoditas emas dalam negeri, baik untuk investasi maupun perhiasan misalnya,” tutur politisi Fraksi Partai Golkar ini.

Puteri pun menambahkan agar pemerintah juga mempelajari praktik terbaik atas pengembangan bank emas dari berbagai negara. “Praktik ini sudah lazim di dunia. Sehingga, benchmarking saya kira perlu dilakukan untuk memperkaya dan memperdalam pemahaman terkait bank emas ini. Mulai dari regulasi, model bisnis, manajemen risiko, kelembagaan, hingga mekanisme pengawasannya. Termasuk mempertimbangkan nilai manfaat yang akan dihasilkan pada pasar, industri, dan masyarakat secara umum,” tegasnya.

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan