Jakarta, monitorkeadilan — Banyak warga masyarakat yang mengaku enggan disuntik vaksin Covid19. Sejumlah alasan dikemukakan, padahal berupa mitos, atau bahkan dapat disebut informasi menyesatkan.
Berikut mitos-mitos yang berkembang di tengah masyarakat terkait vaksinasi yang sebentar lagi akan dilakukan di seluruh wilayah Indonesia.
1. Vaksin tidak aman
Banyak orang tidak yakin apakah vaksin yang dikembangkan dengan begitu cepat aman untuk digunakan atau tidak. Reaksi alergi yang diderita oleh lima orang pertama yang diberi vaksin juga telah menimbulkan keraguan di benak banyak orang.
Namun, badan pengatur obat seperti Food and Drugs Administration (FDA) di Amerika Serikat atau Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) di Indonesia tidak akan membiarkan vaksin diberikan ke publik sampai terbukti aman untuk digunakan.
2. Pemberian vaksin terburu-buru
Meskipun vaksin yang dikembangkan sebelumnya membutuhkan waktu bertahun-tahun dan bahkan puluhan tahun untuk disetujui penggunaannya, vaksin Covid19 perlu dikembangkan dan disetujui dengan cepat, mengingat luasan penyebaran penyakit tersebut.
Meski karena prosesnya dilakukan dengan cepat, tidak berarti telah diburu-buru. Semua vaksin yang disetujui untuk digunakan hingga saat ini telah melalui tahap uji klinis, dan terbukti aman dan efektif.
3. Uji coba vaksin dihentikan berarti ada masalah
Pada bulan September, uji coba vaksin AstraZeneca dan vaksin Covid19 Universitas Oxford dihentikan, setelah seorang peserta mengalami masalah neurologis.
Padahal, uji coba sering kali dihentikan untuk menyelidiki komplikasi tersebut dan itu tidak berarti bahwa vaksin tersebut tidak aman.
4. Vaksin akan mempengaruhi kekebalan
Banyak orang percaya bahwa meski vaksin dapat membantu mencegah penyakit dari satu jenis, vaksin dapat berdampak buruk pada keseluruhan kekebalan tubuh.
Namun, itu hanyalah mitos belaka. Vaksin hanya membantu tubuh memproduksi antibodi terhadap patogen tertentu, membantu tubuh mencegah masuknya patogen, dan menyebabkan penyakit di masa mendatang.
5. Vaksin hanya untuk kelompok rentan
Meskipun pemerintah dan badan kesehatan memprioritaskan beberapa kelompok rentan dalam hal distribusi vaksin, itu tidak berarti bahwa vaksin Covid19 hanya untuk kelompok tersebut.
Vaksin perlu diberikan kepada semua orang, jika ingin mencegah Covid19 dan tetap aman dari infeksi virus.
Komentar