oleh

Setelah Bertikai, Menhan Singh: India Tak akan Biarkan Harga Diri Dilukai China

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan.com —¬†India tidak akan membiarkan China melukai harga dirinya dengan pertikaian di perbatasan. Meski begitu, Menteri Pertahanan Rajnath Singh mengatakan, India akan terus menyelesaikan masalah tersebut melalui dialog damai.

Dalam sebuah wawancara televisi pada Sabtu malam (31/5), Singh mengatakan, saat ini pihak India dan China tengah melakukan pembicaraan.
“Saya ingin meyakinkan bahwa kita tidak akan membiarkan harga diri India dilukai dalam keadaan apa pun,” ujar Singh dalam wawanxara yang disiarkan di saluran televisi Aaj Tak.
Merujuk pada perseteruan serupa pada 2017 di Datarang Tinggi Doklam, Singh mengatakan situasi sangat tegang namun India tidak mundur.
“India telah mengikuti kebijakan yang jelas untuk menjaga hubungan baik dengan negara-negara tetangga. Ini bukan pendekatan baru. Kadang-kadang, situasi muncul dengan China. Itu telah terjadi sebelumnya,” papar Singh seperti dilansir CNA.
“Negosiasi sedang berlangsung antara kedua negara di tingkat militer dan diplomatik,” imbuhnya seraya mengatakan pihaknya sebisa mingkin tidak meningkatkan ketegangan.
Dalam kesempatan tersebut, Singh juga mengungkapkan, India sudah menolak tawaran Presiden Amerika Serikat Donald Trump yang berusaha menjadi mediator.
Penolakan juga sudah disampaikan ketika ia melakukan pembicaraan dengan Menteri Pertahanan AS, Mark Esper pada Jumat (29/5). Singh mengatakan, India dan China memiliki mekanisme untuk menyelesaikan masalah tersebut.
Sejak awal Mei, ratusan tentara India dan China terlibat dalam perseteruan di perbatasan di wilayah Ladakh. Ketegangan terakhir meletus pada 9 Mei, ketika puluhan tentara India dan China terluka dalam perkelahian di negara bagian Sikkim.
Menurut para analis, pertikaian antara India dan China dipicu oleh pembangunan jalan baru oleh India di wilayah tersebut.
Kedua negara memang memiliki beberapa sengketa di sepanjang perbatasan yang membentang sejauh 3.500 kilometer. Pada 1962, keduanya bahkan melakukan perang di perbatasan.
(MK/Int)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *