oleh

130 Pelajar Asal Papua Barat akan Dipulangkan

banner 468x60

Manokwari, monitorkeadilan.com —¬†Sebanyak 130 pelajar asal Provinsi Papua Barat yang selesai mengikuti program afirmasi pendidikan menengah (Adem) di sejumlah daerah di Indonesia segera kembali ke daerah asal.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Papua Barat, Barnabas Dowansiba di Manokwari, Selasa mengatakan pemulangan 130 pelajar dilaksanakan secara bertahap pada 3 hingga 5 Juni 2020.

banner 336x280

“Dari Papua dan Papua Barat keseluruhan sebanyak 414 orang. Untuk Papua Barat sendiri ada 130 sisasnya dari Provinsi Papua” ucap Dowansiba.

Ia menjelaskan, para pelajar tersebut mengikuti program afirmasi pendidikan selama tiga tahun pada SMA dan SMK di sekolah-sekolah unggulan yang ditunjuk pemerintah. Tahun ini mereka lulus sehingga akan dikembalikan ke daerah masing-masing.

Terkait pemulangan tersebut, lanjut Dowansiba, beberapa waktu lalu pihaknya sudah menggelar pertemuan dengan Gubernur Papua Barat, Dominggus Mandacan serta seluruh pemangku kepentingan yang tergabung dalam gugus tugas percepatan penanganan coronavirus disaese (COVID-19).

“Pemulangan inikan masih dalam situasi pandemi, sehingga banyak persiapan yang perlu dilakukan termasuk penerapan protokol kesehatan,” ujarnya.

Dowansiba menyebutkan, pemulangan ini akan dilakukan sejumlah daerah di Indonesia. Secara keseluruhan di Provinsi Balai 38 orang yang akan dipulangkan ke Papua dan Papua Barat, Jawa Timur sebanyak 125 orang, Jawa Barat sebanyak 96, Jawa Tengah 67, Banten 63, dan Daerah Istumewa Yogyakarta 27 orang.

Khusus di Papua Barat, di Manokwari ada 30 orang yang dipulangkan, Kota dan Kabupaten Sorong 31, Fakfak 15, Kaiman 11, Raja Ampat sembilan, Maybrat delapan, Sorong Selatan delapan, Manokwari Selatan dan Teluk Wondama masing-masing tujuh, Kabupaten Tambrouw empat.

“Kita masih dalam situasi pandemi, sebelum pulang ke rumah masing-masing mereka tentu harus menjalani serangkaian pemeriksaan kesehatan,” sebut Dowansiba lagi.

Ia menambahkan, biaya pemulangan dari kota studi ke provinsi asal ditanggung pemerintah pusat. Sedangkan biaya dari ibu kota provinsi ke daerah masing-masing menjadi tanggungjawab Dinas Pendidikan provinsi.

(MK/Edu)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *