oleh

Bom Bunuh Diri Hantam Mapolrestabes Medan, Lukai 6 Polisi, Pelaku Tewas

banner 468x60

Medan, monitorkeadilan.com — Indonesia kembali diguncang bom bunuh diri. Kali ini targetnya adalah Mapolrestabes Medan yang melukai enam polisi.

Kabid Humas Polda Sumatera Utara Kombes Tatan Dirsan Atmaja mengatakan terduga pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Medan, Rabu (13/11), memakai sebo atau penutup muka dan kepala dan jaket saat hendak masuk ke lokasi kejadian.

banner 336x280

Ia menuturkan pelaku memanfaatkan kondisi ramai Mapolrestabes oleh warga yang hendak membuat Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK).

Saat itu, kata dia, petugas sudah menerapkan standar prosedur penjagaan. Termasuk, menegur pelaku untuk membuka jaket dan penutup kepalanya.

“[Pelaku] sempat ditegur oleh anggota, ‘tolong dibuka’, karena dia pakai jaket dan sebo,” ujar Tatan, Rabu (13/11).

Setelah membukanya, pelaku masuk ke ruang tunggu. “Mengarah ke anggota yang sudah bubar apel. Habis itulah bom itu meledak,” lanjut Tatan.

Dia mengaku lolosnya pelaku ke dalam area Polrestabes Medan bukan karena ada pengalihan.

“Mungkin memanfaatkan [situasi], membaur dengan masyarakat yang ingin membuat SKCK,” aku Tatan.

Mengincar Polisi selesai apel

Kombes Pol Tatan Dirsan Atmaja mengatakan bahwa pelaku bom bunuh diri di Mapolrestabes Medan, Sumatera Utara mengincar anggota polisi yang baru selesai apel.

“Mengarah ke anggota yang sudah bubar apel. Habis itulah bom itu meledak,” tutur Tatan, Rabu (13/11).

Mulanya, kata Tatan, pelaku datang mengenakan jaket dan sebo atau penutup wajah sekitar pukul 08.20 WIB. Petugas meminta agar dibuka. Pelaku tak keberatan.

“Pake jaket dan sebo. diminta dibuka oleh petugas,” ucap Tatan.

Setelah itu, pelaku menuju gedung tempat pembuatan Surat Keterangan Catatan Kepolisian (SKCK). Tatan mengatakan pelaku sempat berbaur dengan masyarakat yang tengah mengantri di ruang tunggu untuk membuat SKCK.

“Sempat membaur dengan masyarakat yang ingin membuat SKCK,” imbuh Tatan.

Kemudian, pelaku bergegas menuju anggota polisi yang baru saja selesai melakukan apel di lapangan. Saat itulah bom meledak. Semua orang yang berada di dekat lokasi yang berhamburan menyelamatkan diri.

Pelaku meninggal dunia. Sementara 6 orang anggota polisi luka ringan akibat ledakan tersebut.

“Ada yang kena di tangan, di pipi, sekarang dirawat di RS Brimob,” ujar Tatan.

Tatan mengatakan ledakan bom mencapai sekitar 10 meter. Dia belum mau menyatakan jenis bom tersebut low explosive atau bukan. Sejauh ini, lanjutnya, tim masih melakukan penyelidikan di tempat kejadian perkara.

Sejauh ini, kata Tatan, pelayanan di Mapolrestabes Medan ditutup. Pembuatan SKCK tidak bisa dilakukan untuk sementara.

Tim tengah melakukan olah TKP. Orang yang tidak berkepentingan dilarang memasuki wilayah Mapolrestabes Medan.

“Penjagaan diperketat karena tidak ingin tim yang olah TKP terganggu. Jangan sampai merusak TKP,” imbuhnya.

(MK/Nasional)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed