oleh

Habib Hanif Alathos dan KH Luthfi Bashori Tolak Keras Film ‘The Santri’-nya PBNU

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan.com — Kontroversi film The Santri yang dinilai berbau nilai-nilai liberal dan tidak mencerminkan nilai-nilai pesantren, akhirnya mendapat reaksi keras dari tokoh-tokoh Islam lain di luar pengurus PBNU.

Salah satu yang bereaksi keras adalah menantu Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab, Habib Hanif Alathas. Ia menyatakan sikap untuk menolak penayangan film The Santri yang diinisiasi Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) dan disutradarai Livi Zheng. Habib Hanif sendiri merupakan Ketua Umum Front Santri Indonesia (FSI).

banner 336x280

Penolakan Habib Hanif tercantum dalam poster, Minggu (15/9). Juru Bicara FPI yang juga Ketua Umum Persaudaraan Alumni (PA) 212 Slamet Maarif telah mengonfirmasi bahwa FSI dan Habib Hanif memang menolak penayangan film The Santri.

“Front Santri Indonesia menolak film The Santri karena tidak mencerminkan akhlak dan tradisi santri yang sebenarnya,” tutur Hanif.

Terpisah, Sekretaris Umum DPP FPI Munarman juga mengirim poster penolakan yang diutarakan KH. Luthfi Bashori. KH Luthfi Bashori merupakan pengasuh Pesantren Ribath Al Murtadla Al Islami Singosari, Malang, Jawa Timur.

KH Luthfi meminta kepada para santri dan jamaahnya agar tidak menonoton film The Santri yang akan tayang pada Oktober mendatang.

Dia menyampaikan imbauan itu lantaran menilai film The Santri tidak sesuai dengan syariat Islam serta tidak mengandung tradisi pesantren ahlussunah wal jamaah.

“Karena film ini tidak mendidik. Cenderung liberal. Ada akting pacaran, campur aduk laki perempuan dan membawa tumpeng ke gereja,” tutur KH Luthfi.

Diketahui, film The Santri sedianya bakal ditayangkan di bioskop pada awal Oktober mendatang.Menurut laman nu.or.id, The Santri merupakan film yang diinisasi PBNU melalui NU Channel yang bekerja sama dengan sutradara Livi Zheng dan Ken Zheng serta Penata musik Purwacaraka.

Ketua PBNU KH Said Agil Siroj (executive producers) dan Sutradara film The Santri, Livi Zheng

Ketua Umum PBNU Said Aqil Siroj menjadi executive producers. Wakil Sekjen PBNU Imam Pituduh juga mengemban jabatan serupa.

CNNIndonesia.com sudah berupaya menghubungi Sekjen PBNU Helmy Faishal Zaini dan Imam Pituduh untuk meminta tanggapan atas sikap dari menantu Rizieq Shihab, Hanif Alathas. Namun yang bersangkutan belum merespons.

Mengutip laman nu.or.id, Imam Pituduh mengatakan bahwa film The Santri bakal memuat nilai-nilai santri dan tradisi pembelajaran di pondok pesantren. Sisi-sisi kemandirian, kesederhanaan serta toleransi dan kecintaan terhadap tanah air juga akan ditampilkan.

Imam mengatakan film The Santri juga bisa dinikmati oleh semua kalangan usia, suku, ras, dan agama.

“Nilai-nilai tersebut adalah khazanah bangsa yang wajib dilestarikan, agar dapat diwariskan dari generasi ke generasi. Agar dunia aman, damai, adil, dan makmur serta beradab,” ungkap Imam Pituduh mengutip laman nu.or.id.

The Santri mengetengahkan cerita milenial dengan bintang-bintang milenial, yang memiliki follower jutaan; dengan alur maju mundur, yang mengetengahkan kisah dan realitas sejarah dan visi masa depan,” lanjutnya.

(MK/Hiburan)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed