oleh

BJ Habibie Wafat : Hari Berkabung Nasional Tiga Hari dan Pesan Terakhirnya

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan.com — Hari ini Indonesia berduka yang sangat mendalam atas wafatnya tokoh besar bangsa ini.

Presiden ke-3 RI Bacharuddin Jusuf (BJ) Habibie meninggal dunia di Rumah Sakit Pusat Angkatan Darat (RSPAD) Gatot Subroto, Rabu (11/9) pukul 18.05 WIB. Kabar meninggal ini disampaikan putranya, Thareq Kemal.

banner 336x280

Habibie sebelumnya dirawat di ruang Cerebro Intensive Care Unit (CICU) Paviliun Kartika RSPAD sejak 1 September 2019.

Ketua Tim Dokter Kepresidenan (TDK) Prof. dr. Azis Rani melalui keterangan resmi pada Senin (9/9) menyebutkan Habibie ditangani tim dokter spesialis dengan berbagai bidang keahlian, seperti jantung, penyakit dalam, dan ginjal.

Jenazah Habibie kemudian akan dibawa ke kediamannya di kawasan Patra Kuningan, Jakarta. Rencananya besok Habibie akan dimakamkan di Taman Makam Pahlawan Kalibata, Jakarta.

Hari Berkabung Nasional selama tiga hari

“Jadi kita menetapkan berkabung nasional selama tiga hari. Jadi nanti (hari ini) sampai tanggal 14 September,” kata Menteri Sekretaris Negara Pratikno, di Kementerian Sekretariat Negara, Jakarta.

Pratikno lantas mengajak seluruh masyarakat Indonesia mengibarkan bendera setengah tiang mulai malam ini sampai 14 September. Selain masyarakat, kantor-kantor pemerintah baik di dalam maupun luar negeri juga diminta mengibarkan bendera setengah tiang.

“Kami mengimbau kepada masyarakat, juga kepada kantor-kantor lembaga negara atau pemerintah, baik di dalam maupun luar negeri untuk mengibarkan bendera setengah tiang sampai tanggal 14 September 2019,” ujarnya.

Imbauan itu tertuang melalui surat B- 1010/M.Sesneg/Set/TU.0010912019 11 September 2019 tentang pengibaran bendera negara setengah tiang.

Pesan Terakhir BJ habibie

Pakar Pendidikan Arief Rachman menyebut Mendiang Bacharuddin Jusuf Habibie sempat menitipkan pesan kepadanya sebelum meninggal dunia. Arief menyebut hingga detik-detik terakhir hidupnya, Habibie tetap peduli dengan pendidikan Indonesia.

Habibie juga meminta agar tenaga pendidik tak hanya mengajar, tetapi juga mempertahankan Indonesia dengan pendidikan yang baik agar bangsa tak tercerai berai.

“Waktu saya menengok di (Ruang) Kartika, beberapa saat lalu ketika beliau bisa bicara. Beliau menitipkan supaya bangsa ini tidak tercerai-berai kamu jangan hanya mengajar tapi mendidik, didiklah bangsa ini sebaik-baiknya,” kata Arief mengulang ucapan yang dia terima dari Habibie, di RSPAD, Jakarta, Rabu (11/9).

Tak hanya itu, Habibie juga berpesan agar tak ada yang melupakan Pancasila sebagai tonggak kehidupan bangsa Indonesia.

“Jangan lupakan Pancasila, ilmu sebagai tonggak bangsa. Itu yang disampaikan Pak Habibie ke saya,” kata dia.

Arief menyebut, sesaat setelah meninggal dunia, Habibie langsung didoakan oleh Presiden Joko Widodo yang kebetulan datang menjenguk bersama putranya.

“Tadi langsung didoakan Pak Jokowi,” kata dia.

Presiden Joko Widodo sudah menyampaikan bela sungkawa atas kepergian Habibie di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta Pusat. Habibie dirawat di RSPAD sejak 1 September 2019 lalu.

“Innalillahi wainnailihi rojiun, perkenankan saya atas nama seluruh rakyat Indonesia dan pemerintah menyampaikan duka mendalam. Menyampaikan bela sungkawa yang mendalam atas berpulangnya ke rahmatullah bapak Profesor BJ Habibie tadi jam 18.05,” ujar Jokowi di RSPAD Gatot Subroto, Jakarta, Rabu (11/9).

(MK/Fokus)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed