oleh

Salah Egois, Firmino Sabar, Mane Seimbang, Betapa Sempurnanya Liverpool

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan.com — Legenda Liverpool dan Inggris, Michael Owen, kembali memberikan opininya tentang mantan klubnya yang sedang on fire.

Michael Owen menilai perselisihan antara duo striker andalan Liverpool, Mohamed Salah dan Sadio Mane, pada laga pekan lalu bukan lah masalah luar biasa. Legenda Liverpool itu justru menilai karakter kedua pemain plus Roberto Firmino merupakan trio sempurna di lini depan The Reds.

banner 336x280

”Sebagai striker, saya pikir ada keseimbangan dalam segalanya. Harus ada orang yang tidak mementingkan diri sendiri dan orang yang egois. Karena jika tidak, Anda tidak akan pernah mendapatkan tujuan apa pun,” kata Owen, kepada ESPN FC yang dikutip Metro.co.uk, Jumat (6/9).

Sebelumnya, dalam laga Burnley menjamu Liverpool, Mane marah-marah saat berjalan keluar untuk digantikan Divock Origi pada menit ke-85. Namun, pemain asal Senegal yang mencetak gol kedua Liverpool dalam pertandingan malam itu marah bukan karena digantikan Origi.

Mane marah karena Salah tak mau mengoper bola kepadanya, meski dia saat itu sedang dalam posisi terbuka untuk mencetak gol. Mane pun semakin kesal karena dia ditarik keluar setelah insiden tersebut.

Mane berteriak-teriak saat meninggalkan lapangan. Namun, Mane akhirnya bisa ditenangkan oleh Roberto Firmino yang menjadi rekannya bersama Salah di lini depan Liverpool.

Dengan insiden tersebut, Owen menilai Liverpool justru terlihat memiliki kesimbangan di lini depan mereka. ”Ketika Anda melihat tiga pemain depan Liverpool, Anda memiliki Roberto Firmino yang mungkin adalah pemain paling tidak egois di dunia,” kata Owen. ”Ia akan sabar meletakkan apa pun keinginannya. Ia jadi pemain idaman untuk diajak bermain bersama.”

Di ujung spektrum lainnya, kata Owen, Liverpool memiliki Mohamed Salah yang serakah atau egois. Salah hanya ingin fokus mencetak gol untuk dirinya sendiri. Dia hanya ingin menjadi pencetak gol.

Owen mengaku karakter permainannya mirip seperti Salah. Beruntungnya Owen memiliki Emile Heskey yang seperti Firmino.

”Saya selalu yang terbaik dengan Emile Heskey. Dia benar-benar tidak mementingkan diri sendiri dan saya sangat egois begini dan begitu,” kata Owen. ”Tapi jika aku dipasangkan dengan pemain yang juga egois dan haus gol, maka kamu tidak akan pernah cocok dengan karakter pemain yang sama dengan dirimu.”

Bagaimana dengan Sadio Mane? Menurut Owen, Mane kejepit di antara Salah dan Firmino. Mane dinilainya suka mencetak gol dan egois ketika dia merasa memang perlu melakukannya. ”Tetapi, Mane juga cukup dermawan dalam memberikan operan,” katanya.

Owen melihat keseimbangan tersebut ada di lini depan Liverpool. Namun, keseimbangan itu baru saja ‘mendidih’ saat Liverpool bertandang ke markas Burnley pekan lalu.

”Tentu saja, semuanya meledak dan saya melihatnya dari banyak sisi,” katanya. ”Tapi, masalah-masalah ini sudah biasa terjadi setiap saat dan itu adalah tugas pelatih Juergen Klopp untuk menyeimbangkannya kembali.”

(MK/Sport)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed