oleh

Gula Semut Hasil Kelompok Tani Gorontalo Tembus Market Belanda

banner 468x60

Gorontalo, monitorkeadilan.com — Produk home industry gula semut dari Gorontalo berhasil masuk pasar internasional.

Dua kelompok tani di Gorontalo yakni Kelompok Tani Hutan (KTH), Huyula Desa Dulamayo Selatan di Kecamatan Telaga dan KTH Puncak Waolo Desa Tonala Kecamatan Telaga Biru untuk pertama kalinya mengekspor gula semut ke Belanda.

banner 336x280

Kepala UPTD KPH wilayah VI gorontalo – Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan Provinsi Gorontalo, Djimlan Saleh, Kamis, mengatakan ekspor perdana tersebut telah dilakukan melalui Pelabuhan Samudera Bitung, Sulawesi Utara, Selasa (3/9).

“Ini uji coba ekspor perdana sesuai permintaan dari Belanda sebanyak 500 kilogram,”ujarnya.

Dia menjelaskan, setiap anggota kelompok mampu memproduksi 10 hingga 20 kilogram setiap hari yang mana dalam satu kelompok ada 25 anggota. Misalkan yang aktif 10 orang, tambahnya, maka dalam satu kelompok dapat menghasilkan rata-rata 1 ton dalam sebulan. Dalam sebulan mereka hanya mengolah selama 15 hari.

Bahan baku yang digunakan oleh para petani adalah pohon aren yang tumbuh alami di sekitar hutan maupun di dalam kawasan hutan.

Menurut dia, KPH mendampingi kelompok tani tersebut sejak tahun 2015  dengan memfasilitasi berupa rumah tungku, rumah produksi, alat kristalisasi gula semut, mesin ayakan dan oven pengering yg difasilitasi dari APBD dan melalui UPT Kementerian LHK (Balai Pengelolaan Hutan Produksi Wilayah XII palu).

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Provinsi Gorontalo Fayzal Lamakaraka menyebut ekspor gula semut itu menjadi “multiplier effect “yang akan menggerakkan roda ekonomi daerah dan masyarakat di sekitar hutan.

“Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui seluruh UPTD KPH se-Provinsi Gorontalo dan bekerjasama dengan Pemerintah Kabupaten Gorontalo selalu mendukung kegiatan ini, dengan melaksanakan pengembangan areal perhutanan sosial sesuai dengan Program dari Pusat KLHK,” ujarnya.

Pasar gula semut itu juga akan memasok kebutuhan PT. Lotte Mart Indonesia mulai bulan Oktober 2019, dengan pengiriman per bulan 2,5 ton.

Gula semut tersebut sudah memenuhi uji laboratorium oleh PT Unilever Indonesia.

(MK/Ekonomi)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed