oleh

Si Gaptek jadi Triliuner Melalui Perusahaan Teknologi, Bagaimana Bisa ?

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan.com — Dalam kehidupan sering terjadi paradoks. Dan salah satu paradoks paling mencengangkan adalah latar belakang orang terkaya di Asia, Jack Ma.

Dalam benak sebagian besar orang, pendiri Alibaba Group, Jack Ma, bisa menjadi salah satu orang terkaya di dunia tentu berkat kemampuannya di bidang teknologi. Jika Anda termasuk yang berpikiran demikian, Anda salah besar.

banner 336x280

 Pasalnya, Ma merupakan pebisnis yang gagap teknologi alias gaptek. Melansir dari CNBC, ia mengaku bahwa dirinya sama sekali tak mengetahui apapun tentang teknologi, pemasaran, bahkan berbagai hal dalam dunia bisnis.

Kendati demikian, Ma berhasil menjadi orang terkaya kedua di China tahun ini. Kekayaan yang ia dapatkan bukan dari kepiawaiannya bermain bisnis dan mengerti teknologi, melainkan dari tekadnya yang besar.

Ia banyak belajar dari pengalaman gagalnya seseorang, bukan dari kisah suksesnya. “Jika Anda tahu mengapa seseorang gagal dan bisa mempelajarinya, Anda membuat kemajuan,” jelasnya.

Selanjutnya, Ma memiliki filosofi, “Membetulkan atap saat matahari bersinar.” Artinya, saat perusahaan dalam kondisi baik, ubahlah arah perusahaan. Di lain sisi, jika perusahaan sedang dalam masalah, jangan banyak melangkah.

“Setiap saya merasa hal yang bagus, saat tim saya berkata ‘wow, kita mengalami tahun yang hebat’, saya tahu ini adalah sinyal bahwa kami harus berubah. Itu akan membuat Anda berubah secara total. Di perusahaan yang kecil, Anda tidak akan pernah mendapatkan hari indah dalam jangka waktu lama,” kata Ma

(MK/Tekno)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed