oleh

Mengerikan, Mark Zuckerberg akan “Menyatukan” 2,7 Miliar Orang Di Seluruh Dunia

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan.com — Rencana Mark Zuckerberg untuk “menyatukan” kekuatan WhatsApp, Instagram, dan Facebook membuatnya akan memiliki “akses kendali komunikasi” terhadap 2,7 miliar orang di seluruh dunia, cukup mengerikan.

Seorang profesor dari Sekolah Bisnis Universitas New York, Scott Galloway menyebut pendiri sekaligus CEO  Zuckerberg sebagai orang paling berbahaya di dunia. Sebab, Facebook telah mendapat perhatian miliaran orang dan itu merupakan kekuatan bagi Zuckerberg.

banner 336x280

Pernyataan itu disampaikan Galloway saat menjadi bintang tamu di acara Bloomberg Markets: The Close saat mendiskusikan langkah Facebook untuk mengintegrasikan layanan seperti WhatsApp, Instagram, dan Facebook Messenger.

“Mark Zuckerberg sedang mencoba untuk mengenkripsi tulang punggung antara WhatsApp, Instagram, dan Facebook sehingga dia bakal memiliki satu jaringan komunikasi setidaknya berisi 2,7 miliar orang,” kata Galloway dikutip CNBC.

Data itu ia himpun dari laporan yang dirilis Facebook. Data menunjukkan lebih dari 2,7 miliar orang menggunakan satu dari layanan yang dimiliki perusahaan setiap bulan.

Selain itu, lebih dari 2,1 miliar orang menggunakan Facebook, Instagram, WhatsApp, dan Facebook Messenger setiap hari.

Kendati demikian Galloway mengatakan bahwa masyarakat harus menaruh perhatian lebih terhadap gagasan yang dibuat Facebook itu. Pasalnya, perusahaan akan membuat satu set algoritme (gabungan dari WhatsApp, Instagram, dan Facebook Messenger) dan dikendalikan oleh satu orang.

Hal itu bakal membawa pengaruh signifikan terhadap platform yang dipakai oleh miliaran pengguna di seluruh dunia untuk mengakses beragam informasi setiap harinya.

Di satu sisi rencana Facebook untuk mengintegrasikan infrastruktur layanan pesan instan-nya dapat menjadi upaya untuk membangun pertahanan terhadap kasus antitrust (soal monopoli) yang sempat tertunda.

Sebab pada akhir Juli lalu, Departemen Kehakiman AS mengatakan pihaknya membuka tinjauan dugaan antimonopoli yang menimpa sejumlah perusahaan teknologi raksasa di negara adidaya itu.

“Apa yang dilakukan Facebook adalah mengambil tindakan pencegahan terhadap segala jenis antimonopoli,” tutur Galloway.

(MK/Tekno)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed