oleh

I Nyoman Dhamantra Ditahan KPK, Belum Ada Tanggapan Dari Fraksi PDIP

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan.com — Isu tidak sedap seputar impor berbagai produk komoditas ke Indonesia terus “memakan korban”. Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terus melacak dugaan “permainan kotor” dalam kebijakan impor yang banyak merugikan petani lokal.

KPK akhirnya menahan enam tersangka kasus dugaan suap izin impor bawang putih, termasuk anggota Komisi IV DPR F-PDIP I Nyoman Dhamantra yang ikut terjerat dalam operasi tangkap tangan/ OTT KPK.

banner 336x280

Juru Bicara KPK, Febri Diansyah menyebut keenam tersangka akan ditahan untuk jangka waktu dua puluh hari ke selama proses penyidikan.

“Penahanan dilakukan selama 20 hari ke depan,” kata Febri di Gedung KPK, Jumat (9/8) dini hari.

Selain Dhamantra, tersangka lain yang ditahan adalah Chandry Suanda alias Afung pemilik PT Cahaya Sakti Argo serta dua orang dari pihak swasta bernama Doddy Wahyudi dan Zulfikar.

Tiga orang tersebut adalah para tersangka pemberi suap.

Dua orang lainnya yang ditahan adalah pihak yang diduga turut menerima suap yakni orang kepercayaan Dhamantra, Mirawati Basri, dan Elviyanto dari swasta.

Total enam orang yang ditahan tersebut telah ditetapkan sebagai tersangka dalam operasi tangkap tangan yang menjaring total 13 orang sebelumnya, Rabu (7/8).

Dalam kasus ini, KPK menemukan ada alokasi pemberian fee sebanyak Rp1.700-1.800 untuk setiap kilogram bawang putih yang diimpor ke Indonesia.

KPK juga turut mengamankan bukti berupa tanda transfer sebanyak Rp2 miliar dan uang sejumlah USD 50 dari para tersangka.

(MK/Hukum)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed