oleh

Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, Baru Miliki Dua Dokter

banner 468x60

Manokwari, monitorkeadilan.com — Pelayanan kesehatan berbanding lurus dengan ketersediaan tenaga medis. Kabupaten Pegunungan Arfak mendapat perhatian serius karena minimnya tenaga kesehatan, terutama dokter.

Kabupaten Pegunungan Arfak, Papua Barat, selama ini baru memiliki dua dokter untuk memberikan pelayanan kesehatan kepada masyarakat.

banner 336x280

Kepala Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Kesehatan Cabang Manokwari, Meryta Oktaviane Rondonuwu, Kamis, mengungkapkan, di daerah tersebut belum ada rumah sakit baik milik pemerintah, swasta, TNI maupun Polri.

“Faskes (Fasilitas Kesehatan) yang ada hanya Puskesmas. Pasien yang tidak bisa ditangani Puskemas maka harus dirujuk ke Rumah Sakit di Manokwari sebagai daerah terdekat,” kata Meryta.

Kabupaten yang kaya akan potensi pariwisata dan pertanian ini, memiliki sembilan Puskesmas. Seluruhnya sudah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan dalam pelaksanaan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

“Dari sembilan Puskesmas ini hanya dua yang ada dokternya, yakni Puskesmas Anggi dan Puskesmas Menyambouw. Itu pun cuma dokter umum, tidak ada dokter spesialis di sana,” katanya lagi.

Menurutnya, pemerintah daerah memiliki kewenangan untuk membangun rumah sakit. Ia pun yakin Kabupaten Pegunungan Arfak memiliki kemampuan itu.

Selain rumah sakit, pihaknya berharap pemerintah daerah juga memikirkan ketersediaan dokter di kabupaten baru itu. Dengan demikian masyarakat bisa mendapat layanan kesehatan yang lebih baik.

“Kalau dokternya lengkap, dari dokter umum sampai dokter spesialis lalu alat kesehatan lengkap maka kapitasi yang kami bayarkan pun akan lebih besar. Saat ini belum lengkap jadi pembayaran kapitasi di Pegunungan Arfak tidak terlalu besar, sesuai dengan jenis pelayanan,” ujarnya lagi.

Dari Januari hingga Juli 2019 dana kapitasi yang dibayarkan BPJS Kesehatan Cabang Manokwari ke ketujuh kabupaten yang menjadi wilayah kerjanya sudah mencapai Rp20 miliar

“Kami berharap faskes di tujuh daerah ini terus meningkat, termasuk sarana prasaran serta sumber daya manusianya. Dengan demikian masyarakat tidak perlu ke tempat lain untuk berobat,” katanya.

(MK/Kesehatan)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed