oleh

Mampukah Garbi Menggerus Suara PKS, PAN, PPP dan PBB ?

banner 468x60

Jakarta, monitorkeadilan.com — Berita akan berdirinya Ormas Garbi menjadi partai politik kian menarik dicermati. Bagaimana platform, positioning, dan program kerja Garbi masih menjadi perbincangan. Mampukah Garbi menjadi partai politik dan bertahan setidaknya dua kali periode pemilu ?

Wakil Ketua DPR, Fahri Hamzah memperkenalkan organisasi masyarakat (ormas) Gerakan Arah Baru Indonesia (Garbi) ke panggung politik dengan ambisi menjadi partai politik. Fahri yang juga politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu mengklaim rencana perubahan menjadi parpol berdasarkan aspirasi masyarakat.

banner 336x280

Garbi diketahui didirikan oleh eks Presiden PKS Anis Matta. Fahri bisa dikatakan sebagai loyalis Anis. Rencana Fahri membentuk Partai Garbi pun mengundang spekulasi publik. Ormas berusia satu tahun itu disebut tak akan berbeda jauh dalam hal ideologi yang diusung PKS.

Jika menjadi partai politik, maka Garbi akan menghadapi berbagai tantangan dalam merebut pemilih. Menjawab perdebatan tersebut, Direktur Eksekutif Lingkar Madani Indonesia (LIMA) Ray Rangkuti mengatakan perlu lebih dulu membahas kemampuan Garbi mendirikan parpol.

“Bagaimana kemampuan mereka mendirikan partai di tengah paceklik dukungan publik terhadap partai politik. Sebenarnya mereka masih ada peluang atau tidak?” ujar Ray kepada CNNIndonesia.com, Jumat (12/7).

Ray mengapresiasi deklarasi Garbi yang mendukung penuh NKRI dan tidak bersandar dalam satu ideologi. Menurutnya hal ini akan menjadi citra positif demi merekrut pendukung yang lebih heterogen.

Hanya saja Ray masih belum sepenuhnya yakin Garbi dapat meraih pendukung di segmen beragam itu. Ia menilai publik masih akan melihat latar belakang pendirinya: eks pentolan PKS.

“Katakanlah mereka yang nonmuslim itu nanti bertanya, ‘apa bedanya ini Garbi dengan PKS yang lama?’ Apakah politiknya sama dengan PKS yang terlihat cenderung menikmati politik identitas?” ungkap dia.

Ray menilai jika Garbi kelak menjadi partai maka pendukung pertama yang akan digaet Garbi adalah segmen pendukung PKS. Prioritasnya pendukung muslim. Menurut dia, Garbi akan menjadi partner PKS di pandangan para pendukung, meski menurut elite PKS, Garbi akan dipandang sebagai lawan.

Menurut Ray, meski Garbi berpotensi menggerus suara partai-partai seperti PKS, atau bahkan PBB dan PAN, yang terpenting untuk sebuah partai baru adalah kelanjutan hidup partai itu sendiri.

“Oleh karena itu mimpinya jangan muluk-muluk dulu. Partai ini bisa hidup dulu 10 tahun ini sudah hebat,” tambah Ray.

Senada, Direktur Eksekutif Parameter Politik Indonesia, Adi Prayitno menilai kehadiran Garbi tentu bakal menggerus pendukung PKS dan Partai Islam lain.

“Sangat mungkin akan menjadi wadah pelarian kader-kader partai Islam yang kecewa dengan partai mereka,” ujar Adi.

Ia pun membandingkan Garbi dengan PKS yang sebelumnya bisa menarik perhatian publik dengan citra ‘bersih, peduli dan profesional. Menurut Adi, Garbi harus pandai menjual citra yang lebih dari itu.

“Sederhananya, jenis kelamin politik harus menarik sebagai positioning merebut pemilih islam. Garbi harus pandai bikin framing dan desain isu,” jelas Adi.

Apapun pandangan Garbi terhadap ideologinya, kata Adi, Garbi diprediksi masih akan membidik tokoh-tokoh PKS.

“Mencoba membidik tokoh-tokoh internal PKS yang kecewa dengan kepemimpinan Sohibul Iman. Selain mereka ada Mahfudz (Mahfudz Siddiq) ,” ungkap Adi. (MK-Fokus)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed