oleh

INI DIA 8 FAKTA HOAX YANG DIBONGKAR KEMEN KOMINFO

banner 468x60

MONITORKEADILAN.COM, JAKARTA — Kementerian Komunikasi dan Informatika mengungkap 8 fakta informasi palsu alias hoax yang tersebar di tengah masyarakat pasca gempa bumi dan tsunami melanda Kabupaten Donggala dan Kota Palu, Sulawesi Tengah.

Melalui siaran pers yang dikeluarkan hari ini, Selasa (2/10/2018), Plt Kepala Biro Humas Kementerian Kominfo Ferdinandus Setu menguraikan, Kementerian Kominfo telah melakukan pemantauan terhadap konten negatif sejak Sabtu (29/9/2018). Konten negatif beredar di jaringan internet baik melalui situs maupun media sosial serta platform chatting.

banner 336x280

Melalui siaran pers nomor No. 253/HM/KOMINFO/10/2018, Kominfo mengungkap 8 fakta palsu yang dibagikan, yakni :

1. Hoax bendungan Bili-Bili di Kabupaten Gowa retak

Faktanya bendungan Bili-bili masih dalam keadaan aman dan terkendali setelah dilakukan pengecekan oleh pihak Polsek Mamuju Gowa.

2. Hoax korban musibah

Faktanya foto yang digunakan tersebut adalah foto kejadian gempa tsunami aceh 26 Desember 2004 yang disebarluaskan kembali sebagai dokumentasi korban gempa tsunami Palu.

3. Hoax Walikota Palu meninggal

Faktanya Walikota Palu, Hidayat, tidak meninggal dan kini turut melakukan tanggap darurat gempa bumi di Palu, Sulawesi Tengah.

4. Hoax gempa bumi susulan

Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan Iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB).

5. Hoax gerak cepat relawan FPI evakuasi korban gempa Palu 7.7

Faktanya dalam gambar ini adalah relawan FPI membantu korban longsor di desa Tegal Panjang, Sukabumi, Jawa Barat.

6. Hoax mayat yang minta gempa

Faktanya gambar itu diambil dari kejadian di Sungai Siak Pekanbaru, Riau.

7. Hoax 2 Oktober terjadi gempa lagi

Faktanya tidak ada satu pun negara di dunia dan iptek yang mampu memprediksi gempa secara pasti, konfirmasi dari Sutopo Purwo Nugroho (Kepala Humas BNPB)

8. Hoax penerbangan gratis dari Makasar menuju Palu gratis bagi keluarga korban

Faktanya pesawat Hercules TNI AU menuju Palu diutamakan membawa bantuan logistik, paramedis, obat-obatan, makanan siap saji, dan alat berat. Pemberangkatan dari Palu prioritas untuk mengangkut pengungsi diutamakan lansia, wanita dan anak-anak, serta pasien ke Makasar.

Kementerian Kominfo mengimbau agar seluruh masyarakat tidak mudah mempercayai dan menyebarluaskan informasi yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya atau tidak jelas sumbernya.

Jika ada informasi yang diduga mengandung hoax, masyarakat dapat melaporkannya melalui laman aduankonten.id, email aduankonten@kominfo.go.id atau mention ke akun twitter @aduankonten. (kn)

banner 336x280

Komentar

Tinggalkan Balasan